Sunday, August 13, 2017

MENAKAR KUALITAS KEPEMIMPINAN KITA DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN JOHN C. MAXWELL

Bicara soal “pemimpin”, persepsi awal biasanya terbatas hanya pada orang-orang yang memiliki jabatan dalam organisasi atau instansi tertentu. Padahal sesungguhnya setiap orang adalah pemimpin sebagaimana ditegaskan Nabi saw.: “Maka camkanlah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dituntut (diminta pertanggungjawaban) tentang hal yang dipimpinnya”. Karena itulah, pemimpin dapat dimaknai sebagai orang yang diberikan amanah dan kepercayaan oleh Allah untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya yang kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

QS. al-Nahl/16: 90 menyebutkan bahwa Allah memerintahkan untuk berbuat adil kepada setiap pemimpin apa saja dan di mana saja. Seorang pimpinan misalnya, harus berusaha untuk berbuat secara adil dan bijaksana sesuai dengan perintah-Nya dalam memimpin bawahannya sehingga mereka merasa terayomi. Apabila pimpinan berlaku semena-mena, bertindak sesuai kemauannya dan bukan didasarkan peraturan yang ada, bawahannya akan tertekan dan tidak dapat mengembangkan potensinya dalam pencapaian tujuan organisasi. Dengan kata lain, pimpinan harus menciptakan keharmonisan antara dirinya dengan bawahannya sehingga ada timbal balik di antara keduanya.
Ketika mengkaji tentang kualitas kepemimpinan, John C. Maxwell dalam bukunya 5 Levels of Leadership mengupas 5 tingkat kepemimpinan yang setidaknya dapat menjadi cerminan tentang kualitas kepemimpinan kita, yaitu:
1. Position; ini adalah kualitas kepemimpinan level terendah, yaitu tipe pemimpin di mana bawahannya mengikuti segala perintahnya karena tidak ada pilihan lain dan dia adalah atasan mereka. Tipe pemimpin pada level ini lebih layak disebut dengan “boss”, bukan “Leader”. Dia punya bawahan tetapi bukan anggota tim yang saling bekerjasama secara suka rela dan penuh keikhlasan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia biasanya lebih bergantung pada aturan, prosedur, kebijakan dan struktur organisasi untuk mengontrol bawahannya.
2. Permission; tipe pemimpin yang didasarkan pada sebuah hubungan baik. Bawahannya mengikuti perintahnya karena dia secara sukarela mau melakukannya. Dia menyukai orang lain dan memperlakukannya layaknya seorang individu yang memiliki value, dia mulai mengembangkan pengaruh dan trust kepada mereka di mana suasana menjadi lebih positif. Pada level ini, dia mengenal anggotanya secara baik dan tahu bagaimana cara mengakrabkan diri dengan mereka. Dia dan anggotanya akan mampu membangun tim yang solid dan hubungan yang baik.
3. Production; tipe pemimpin yang mampu membangun suasana kerja yang nyaman dan mampu meyakinkan anggotanya telah melakukan semua pekerjaan dengan baik. Pada level ini, dia telah memiliki pengaruh dan kredibilitas yang baik dan anggotanya mengikutinya karena dedikasinya terhadap organisasi. Dia mampu membuat semua pekerjaan dapat diselesaikan secara baik, moral anggotanya meningkat, dan tujuan organisasi dapat dicapai. Dan yang paling penting, tidak ada satu orang pun akan tersakiti atau teraniaya karena kepemimpinannya. Pada level ini, dia telah berubah menjadi agent of change yang mampu mengelola anggotanya menjadi orang-orang yang efektif.
4.  People Development; tipe pemimpin yang mampu memberdayakan anggotanya. Dia sadar bahwa untuk menjadi orang yang hebat, bukan bergantung pada kekuatan yang dimilikinya, namun karena dia mampu memberdayakan anggotanya. Mereka menggunakan jabatannya, hubungan baiknya, dan produktivitas kerjanya untuk menginvestasikan dan mengembangkan anggotanya untuk dapat menjadi pemimpin yang hebat di masa yang akan datang. Pemimpin pada level ini mampu mengubah kehidupan orang-orang yang dipimpinnya. Anggotanya mengikutinya dikarenakan apa yang telah dilakukannya kepada mereka secara pribadi. Biasanya, hubungan baik antara pemimpin dan anggotanya akan terjalin sangat lama, walaupun ia tidak lagi memimpin mereka.
5. Pinnacle; tipe pemimpin yang paling tinggi di mana anggotanya akan mengikutinya karena melihat siapa dia dan apa ajaran serta bimbingannya. Pada level ini, pemimpin tidak hanya membutuhkan usaha keras, skill, dan intensionalitas tetapi juga bakat yang tinggi. Hanya pemimpin berbakat saja yang mampu mencapai level ini, yaitu pemimpin yang mampu membuat anggotanya menjadi pemimpin level 4. Biasanya orang yang berada pada tingkatan ini adalah para negarawan atau para konsultan. Tingkatan ini merupakan tingkatan tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pemimpin. Pada level ini, anggotanya bersedia taat karena mereka memiliki respect terhadap pimpinan. Pimpinan pada level ini disebut juga pemimpin sejati yang memiliki kemampuan menyeluruh dan komplit.
Berada pada level keberapakah kepemimpinan kita?, tengoklah pada nurani kita dan implikasinya pada setiap unsur organisasi yang kita pimpin. Nabi saw. menegaskan: “Orang yang paling dicintai Allah dan paling dekat kedudukannya dari-Nya adalah pemimpin yang adil. Dan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh dari-Nya adalah pemimpin yang berlaku aniaya.”
Tugas dan fungsi pemimpin tidaklah mudah, bahkan merupakan amanah yang sangat berat. Seorang pemimpin tidak hanya duduk-duduk di kursi empuk sambil memerintah anggotanya tanpa terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut secara baik dan efektif. Di samping berlaku adil, pemimpin juga harus menyadari amanah yang telah diberikan Allah kepadanya sehingga dengan kesadaran tersebut, dia akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan menaburkan kebaikan bagi diri dan lingkungannya.


Post a Comment