Saturday, December 19, 2015

TEKNIK PELAKSANAAN PENELITIAN KUANTITATIF (Aspek Metode Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data serta Penarikan Kesimpulan Penelitian Kuantitatif)



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada masa lalu, metode kualitatif dan metode kuantitatif  sering digunakan sebagai penciri, penanda, dan pembeda antara antropologi dan sosiologi. Kesan tersebut muncul karena masing-masing disiplin ilmu tersebut terus menerus menggunakan metode secara konsisten.
Antropologi sering menggunakan metode kualitatif, sedangkan sosiologi hampir selalu menggunakan metode kuantitatif. Asumsi ini didasarkan atas kenyataan bahwa antropologi ingin mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan mengklasifikasikan masyarakat yang masih tradisonal. Hal tersebut seolah-olah menempatkan antropologi dalam posisi memiliki satu pendekatan, yaitu interpretasi atau penafsiran. Sementara itu, sosiologi sudah terlanjur dikenal sering menggunakan metode kuantitatif dan melakukan penelitian terhadap masyarakat modern yang kompleks. Ada kesan bahwa penelitian sosiologis selalu menggunakan metode kuantitatif.[1] Penelitian kualitatif dan kuantitatif hendaknya tidak dilawankan, melainkan dikontraskan. Kontras ini diperlukan untuk melihat keunggulan dan kelemahannya masing-masing dalam memecahkan masalah dan atau dalam pengembangan teori. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif masing-masing berkembang berdasarkan paradigma tertentu yang menjadi acuannya.

Jenis penelitian yang digunakan, selalu didasarkan pada masalah yang diteliti, bukan ditetapkan jenis penelitiannya dulu baru ditetapkan masalahnya. Idealnya bahwa penelitian itu dilakukan karena ada masalah. Alasan pemilihan metode, tentunya didasarkan pada kesesuaiannya dengan masalah penelitian, tujuan penelitian, serta prosedur penelitian yang cocok. Dengan demikian metodologi penelitian merupakan sistem kerangka kerja penelitian sehingga lebih kontekstual.[2]
Secara umum, jenis penelitian berdasarkan pendekatan analisisnya dibedakan menjadi dua, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan ini lazim juga disebut sebagai pendekatan, ancangan, rencana atau desain. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena dan hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori, dan atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dengan ekspresi matematis dari hubungan kuantitatif.[3]
Penelitian kuantitatif  lebih banyak dipergunakan dalam ilmu alam, dan sosial, dari pada fisika, biologi.  Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek pendidikan dewasa ini. Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi proses pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling, instrument, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian.
Metode penelitian lebih dekat dengan teknik. Misalnya, penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Dengan kata lain, metode deskriptif tersebut dapat dikatakan juga sebagai teknik deskriptif. Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data secara fisik untuk dianalisis dalam suatu studi penelitian.[4] Teknik dalam menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan lain-lain. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan teknik tergantung dari masalah yang dihadapi atau yang diteliti.[5]
Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan penggunaan metode dan instrumen yang telah ditentukan dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai data, fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. Dalam prakteknya, pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif , kualitatif, ataupun kombinasi dari keduanya.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian yang dipaparkan pada latar belakang, dapat dikemukakan permasalahan pokok sebagai berikut:
1.      Bagaimana metode pengumpulan data penelitian kuantitatif?
2.      Bagaimana metode pengolahan dan analisis data penelitian kuantitatif?
3.      Bagaimana penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif?

II. PEMBAHASAN
A.     Metode Pengumpulan Data Penelitian Kuantitatif
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data. Teknik dalam menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan lain-lain.[6] Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan metode tergantung dari masalah yang dihadapi atau yang diteliti.
Metode pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam proses penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Metode pengumpulan data yang diperlukan disini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat, sehingga benar-benar didapat data yang valid dan reliabel.
Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Untuk mengetahui bagaimana teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif maka akan diuraikan pada pembahasan selanjutnya.
Dalam suatu penelitian, langkah pengumpulan data adalah satu tahap yang sangat menentukan terhadap proses dan hasil penelitian yang akan dilaksanakan tersebut. Kesalahan dalam melaksanakan pengumpulan data dalam satu penelitian, akan berakibat langsung terhadap proses dan hasil suatu penelitian.
Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan penggunaan metode dan instrumen yang telah ditentukan dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. Dalam prakteknya, pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dengan kondisi tersebut, pengertian pengumpulan data diartikan juga sebagai proses yang menggambarkan proses pengumpulan data yang dilaksanakan dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Dalam penelitian kuantitatif dikenal teknik pengumpulan data: angket (questionnaire), wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting dan berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural seting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, dan lain-lain. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer  adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Selanjutnya kalau dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview, kuesioner (angket), observasi.[7]
1. Interview (Wawancara)
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.
Sugiyono mengemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan teknik interview dan juga kuesioner adalah sebagai berikut:
a.  Bahwa subjek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.
b. Bahwa apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.
c. Bahwa interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si peneliti.[8]
           2.      Kuesioner
Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
Iskandar mengungkapkan beberapa prinsip penulisan angket yaitu sebagai berikut:
a. Isi dan tujuan pertanyaan, yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kalau berbentuk pengukuran, maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus ada skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti.
b.  Bahasa yang digunakan, bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.
c.    Tipe dan bentuk pertanyaan, tipe pertanyaan dalam angket dapat berupa terbuka atau tertutup, (dalam wawancara bisa terstruktur dan tidak terstruktur),  dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif dan negatif.
d.    Pertanyaan tidak mendua
e.   Tidak menanyakan yang sudah lupa
f.  Pertanyaan tidak menggiring, artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada jawaban yang baik saja atau yang jelek saja.
g.  Panjang pertanyaan, pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi.
h.   Urutan pertanyaan, urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik, atau dari yang mudah menuju hal yang sulit.[9]
3. Observasi
Observasi diartikan sebagai pengalaman dan pencatatan sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Hal-hal yang perlu diperhatikan observer agar pelaksanaannya efektif yaitu:
a.   Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai obyek yang akan diobservasi.
b.   Memahami tujuan penelitian secara holistik.
c.   Mengadakan pencatatan yang komprehensif.
d.   Menentukan cara dan alat yang digunakan dalam mencatat data
e.   Memiliki keterampilan menggunakan cara dan alat hasil observasi.[10]
Dalam menggunakan observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen pertimbangan kemudian format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan. Dari peneliti berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian kepada skala bertingkat. Misalnya memperhatikan reaksi penonton televisi, bukan hanya mencatat rekasi tersebut, tetapi juga menilai reaksi tersebut apakah sangat kurang, atau tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.[11]

B. Metode Pengolahan dan Analisis Data Penelitian kuantitatif
Pengolahan dan analisis data dalam penelitian merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan pengolahan data dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang telah dikumpulkan perlu dipecah-pecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi, dilakukan manipulasi sehingga mempunyai makna.
Setelah data disusun dalam kelompok-kelompok serta hubungan-hubungan yang terjadi dianalisa, perlu pula dibuat penafsiran-penafsiran dan pemaknaan.  Pengolahan data secara sederhana diartikan sebagai proses mengartikan data-data lapangan sesuai dengan tujuan, rancangan, dan sifat penelitian. Misalnya dalam penelitian kuantitatif, baik melalui pengolahan statistik inferensial maupun statistik deskriptif. Dalam penelitian kuantitatif, angka-angka yang diperoleh melalui alat pengumpul data harus diolah secara kuantitatif.
Analisis penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan pendekatan analisis kuantitatif secara deskriptif dan atau analisis kuantitatif secara inferensial. Sesuai dengan namanya analisis deskriptif adalah analisis yang hanya akan mendeskripsikan keadaan suatu gejala yang telah direkam melalui alat ukur kemudian diolah sesuai dengan fungsinya. Hasil pengolahan tersebut selanjutnya dipaparkan dalam bentuk angka-angka sehingga memberi suatu kesan lebih mudah dipahami maknanya oleh siapapun yang membutuhkan informasi terhadap gejala yang diamati. Statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan,sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu.
Statistik inferensial fungsinya lebih luas, sebab tidak hanya sekedar menggambarkan fenomena, melainkan dapat pula digeneralisasikan secara lebih luas ke dalam wilayah populasi. Penggunaan statistik inferensial menuntut pensyaratan yang ketat dalam penentuan sampel yang representative.
Adapun langkah-langkah atau tahapan pengolahan data jenis penelitian kuantitatif adalah:
          1.      Memeriksa (Editing)
Pada tahapan ini data yang terkumpul melalui daftar pertanyaan atau pernyataan baik kuesioner maupun wawancara perlu dibaca kembali. Editing adalah proses memeriksa data yang sudah terkumpul, meliputi kelengkapan isian, keterbatasan tulisan, kejelasan jawaban, relevansi jawaban, keseragaman satuan data yang digunakan, dan lain-lain.[12]
2.      Memberi Tanda Kode (Coding)
Setelah tahap editing selesai, maka data-data yang merupakan jawaban responden perlu diberi kode untuk memudahkan dalam menganalisi data. Hal ini sangat penting artinya apalagi pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer. Pemberian kode pada data apat dilakukan dengan melihat jawaban dari jenis pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner. Uraian tersebut mendasari batasan pengertian Coding adalah kegiatan pemberian kode pada setiap data yang terkumpul disetiap instrument penelitian.[13]
3.      Tabulasi Data (Tabulating)
Tabulasi data merupakan proses penyajian data yang dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam table atau daftar untuk memudahkan dalam pengamatan dan evaluasi. Tabulasi data dapat menjadi gambaran tentang hasil penelitian karena data yang diperoleh dari lapangan sudah tersusun dan terangkum dalam tabel yang mudah dipahami maknanya.
Pengolahan statistik sederhana dapat disajikan dalam bentuk tabel frekuensi relatif berupa persentase, mean, median dan modus. Dapat pula menyajikan dalam bentuk tabel silang. Kegunaan tabel silang antara lain:
a.  Menganalisis hubungan antar variabel.
b.  Mengatur data untuk keperluan statistik
c.  Mengontrol variabel tertentu sehingga dapat dianalisis tentang ada tidaknya hubungan tertentu.
d.   Memeriksa kesalahan-kesalahan dalam kode ataupun jawaban instrument.[14]
4.  Interpretasi Data
Setelah data yang terkumpul diolah dan dianalisis statistik, harus diinterpretasikan atau ditafsirkan agar penarikan kesimpulan lebih mudah dilakukan. Interpretasi merupakan penjelasan rinci tentang arti dan makna materi yang dipaparkan. Interpretasi memiliki dua aspek, yaitu:
a.  Untuk menegakkan keseimbangan suatu penelitian, maksudnya menghubungkan hasil suatu penelitian dengan penelitian sebelumnya.
b.   Untuk membuat atau menghasilkan suatu konsep yang bersifat menjelaskan.[15]
Kedudukan interpretasi dalam rangkaian proses analisis data penelitian sangat urgen. Interpretasi harus dilakukan dengan cermat, sebab kualitas analisis sangat tergantung dari kualitas interpretasi yang dibuat peneliti terhadap data.

C. Penarikan Kesimpulan Penelitian Kuantitatif
Penarikan kesimpulan bagi peneliti merupakan hal yang perlu kehati-hatian khusus. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data, peneliti akan membuat generalisasi dan kesimpulan dari hasil penelitian. Generalisasi disebut sebagai suatu hal yang berkaitan dengan pembentukan gagasan peneliti berdasarkan interpretasi data. Dalam penelitian generalisasi harus mempunyai kaitan dengan teori yang mendasari penelitian.
Kesimpulan pada dasarnya adalah jawaban dari rumusan masalah yang telah ditetapkan pada bagian awal penelitian, sehingga idealnya kesimpulan penelitian disesuaikan dengan rumusan masalah yang diajukan. Dapat pula dikatakan bahwa kesimpulan adalah jawaban atas rumusan masalah.

III. PENUTUP
A.       Kesimpulan
Dari paparan di atas, dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:
1.  Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. Dalam prakteknya, khusus pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif  dengan teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan interview, kuesioner (angket), observasi. Khusus kuesioner (angket) yang akan digunakan harus melalui fase pengujian validitas dan reliabilitas agar hasil penelitian valid dan reliabel.
2. Pengolahan data dengan pendekatan penelitian kuantitatif melalui tahapan editing, koding, dan tabulasi, sedangkan analisis datanya melalui pendekatan analisis kuantitatif secara deskriptif dan atau analisis kuantitatif secara inferensial.
3.   Statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan,sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. Statistik inferensial fungsinya lebih luas, sebab tidak hanya sekedar menggambarkan fenomena, melainkan dapat pula digeneralisasikan secara lebih luas ke dalam wilayah populasi. Penggunaan statistik inferensial menuntut pensyaratan yang ketat dalam penentuan sampel yang representatif.
4.   Dalam penarikan kesimpulan perlu kehati-hatian bagi peneiti dalam menginterpretasi data yang telah dianalisis. kesimpulan merupakan jawaban atas rumusan masalah penelitian yang telah diajukan, sehingga kesimpulan selalu relevan dengan rumusan masalah.

B. Implikasi
Penulis menyadari keterbatasan penyajian makalah ini, sehingga saran dan kritikan yang dapat membantu dalam penyempurnaannya sangat diharapkan dari pembaca terutama dari dosen pemandu mata kuliah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2006.
Hadi, Amirul dan H. Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Cet. I; Bandung: CV. Pustaka Setia, 1998.
Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif).  Jakarta:  Gaung Persada Group,  2008.
Johnson dan Larry Christensen, Educational Research, Quantitative and Qualitative Approaches. USA: Allyn and Bacon, 2000.
Maharani, Ervina. Menulis Penelitian Tindakan Kelas. Cet. I; Yogyakarta: Parasmu, 2014.
Mardalis, Metode Penelitian (Suatu Pendekatan Proposal). Cet.VII; Jakarta: Bumi Aksara, 2004.
McMillan & Sally Schumacher, Research in Education, Evidence-Based Inquiry. USA: Pearson, 2001.
Nasution, S. Metode Research (Penelitian Ilmiah), Cet. VII; Jakarta: Bumi Aksara, 2004.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2012.









[1]Ida Bagus Mantra, Filsafat Penelitian dan Metode Penelitian Sosial (Cet I, Yogyakarta: 2008), h. 2.
[2]Ida Bagus Mantra, Filsafat Penelitian dan Metode Penelitian Sosial, h. 5
[3]McMillan & Sally Schumacher, Research in Education, Evidence-Based Inquiry (USA: Pearson, 2001), h. 194.
[4]Johnson & Larry Christensen, Educational Research, Quantitative and Qualitative Approaches (USA: Allyn and Bacon, 2000), h. 126.
[5]Johnson dan Larry Christensen, Educational Research, Quantitative and Qualitative Approaches, h. 128.
[6]McMillan & Sally Schumacher, Research in Education, Evidence-Based Inquiry, h. 220.
[7]Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, dan Kualitatif  R&D  (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 193-194.
[8]Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, dan Kualitatif R&D,  h. 195.
[9]Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif) (Jakarta: Gaung Persada Group, 2005), h. 87.
[10]Amirul Hadi dan H. Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Cet. I, Bandung: CV. Pustaka Setia, 1998), h. 129-130.
[11]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h. 229.
[12]Mardalis, Metode Penelitian (Suatu Pendekatan Proposal) (Cet. VII; Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h. 77-78.
[13]Mardalis, Metode Penelitian (Suatu Pendekatan Proposal), h. 78-79.
[14]S. Nasution, Metode Research (Penelitian Ilmiah) (Cet. VII; Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h. 80-84.
[15]Ervina Maharani, Menulis Penelitian Tindakan Kelas (Cet. 1, Yogyakarta: Parasmu, 2014), h. 122.
Post a Comment